
YOGYAKARTA – Apa itu slow fashion? Slow fashion merupakan salah satu jenis pendekatan yang digunakan dalam industri pakaian.
Slow fashion menekankan produksi pakaian yang berkelanjutan, etis, dan berkualitas tinggi. Pakaian dalam slow fashion diproduksi dalam jumlah terbatas dengan perhatian terhadap detail, kualitas bahan, dan ramah lingkungan.
Untuk lebih jelasnya, mari simak apa itu slow fashion dalam artikel berikut ini.
Mengenal Apa itu Slow Fashion
Istilah slow fashion pertama kali diperkenalkan oleh Kate Fletcher, professor di bidang Sustainability Design and Fashion dari University of Arts London.
Dalam pandangan fletcher, slow fashion merupakan konsep yang bertolak belakang dengan konsep fast fashion yang hanya mencari keuntungan semata, tanpa mempertimbangan kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.
Dikutip dari laman Italian Artisan, slow fashion adalah sebuah gerakan dalam industri fashion yang mengedepankan kualitas dan keberlanjutan ketimbang kecepatan dan biaya rendah.
Pendekatan ini menekankan pada proses produksi yang cermat, perlakuan yang adil terhadap pekerja.
Selain itu, slow fashion juga mendorong pembuatan pakaian yang lebih tahan lama dan lebih baik demi menjaga kelestarian lingkungan.
Slow fashion juga sering disebut sebagai sustainable fashion. Sebab, praktik ini mendorong konsumen untuk membeli lebih sedikit tetapi memilih barang berkualitas, sehingga bisa digunakan untuk waktu yang lebih lama. Hal ini membantu mengurangi limbah dan polusi, yang merupakan masalah besar dalam produksi pakaian.
Beda Slow Fashion dan Fast Fashion
Dalam industri pakaian, slow fashion dan fast fashion memiliki pendekatan yang berbeda.
Jika slow fashion menekankan produksi pakaian yang berkelanjutan, etis, dan berkualitas tinggi, maka fast fashion didasarkan pada produksi pakaian dalam jumlah besar dan cepat untuk mengikuti tren mode terbaru
Fast fashion sering kali mengutamakan harga rendah dan perubahan koleksi yang cepat.
Dana Thomas dalam bukunya bertajuk Fashionopolis: Why What We Wear Matters, merinci beberapa hal yang membedakan slow fashion dan fast fashion, antara lain:
- Jadwal produksi
Pakaian fast fashion dibuat dalam waktu singkat, sering kali dalam beebrapa minggu setelah tren mode terbaru muncul di pasar.
Pada slow fashion, proses produksi dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Perancang dan produsen umumnya fokus pada koleksi yang bertahan lama, dengan perubahan tren yang lebih lambat.
- Kesadaran lingkungan dan sosial
Gerakan slow fashion berusaha untuk lebih ramah lingkungan dan sosial. Hal ini terlihat dari penggunaan bahan yang lebih berkelanjutan, proses produksi, dan dukungan terhadap tenaga kerja.
Sementara fast fashion acap kali dikaitkan dengan dampak lingkungan yang besar seperti limbah tekstil dan polusi.
- Kuatas tahan lama
Pakaian yang diproduksi dengan prinsip slow fashion umumnya lebih awet dan bisa dipakai dalam waktu yang lama.
Pada fast fashion, yang pokok adalah jumlah produksi dan harga rendah, sehingga kualitasnya sering kali lebih rendah.
- Harga
Pakaian slow fashion umumnya dibanderol dengan harga yang lebih mahal karena menekankan pada kualitas.
Pada fast fashion, harganya sering kali lebih rendah, sebab produksi masal dan bahan yang lebih murah.
Demikian informasi tentang apa itu slow fashion. Dapatkan update berita plihan lainnya hanya di VOI.ID.